TUBAN, - Di bawah langit pagi yang masih diselimuti embun, derap langkah prajurit TNI bersama warga Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menjadi penanda dimulainya sebuah pengabdian besar bernama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun 2026. Bukan sekadar program pembangunan biasa, TMMD hadir sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, menghadirkan harapan baru di tengah masyarakat pedesaan yang selama ini mendambakan perubahan. Kamis, (21/05/2026)
Melalui sentuhan tangan-tangan penuh semangat gotong royong, Kodim 0811/Tuban membangun jalan penghubung sepanjang 1, 5 kilometer yang kini menjadi urat nadi baru bagi aktivitas masyarakat. Jalan yang dahulu berlumpur dan sulit dilalui saat musim hujan, perlahan berubah menjadi akses yang lebih layak dan nyaman. Bagi warga, jalan itu bukan hanya hamparan aspal dan batu, melainkan jalan harapan menuju kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kehidupan yang lebih baik.
Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur, TMMD Ke-128 juga menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar: tempat tinggal yang layak. Sebanyak 15 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dibangun dan direhabilitasi untuk warga kurang mampu. Di balik suara palu dan denting alat bangunan, tersimpan doa-doa tulus dari para lansia, buruh harian, hingga keluarga kecil yang selama bertahun-tahun hidup di rumah rapuh yang bocor saat hujan dan panas saat kemarau. Kini, rumah-rumah itu berdiri lebih kokoh, menjadi tempat bernaung yang menghadirkan rasa aman dan martabat baru bagi penghuninya.
Semangat pengabdian itu juga menjangkau rumah ibadah masyarakat. Dua unit musholla direhabilitasi agar kembali nyaman digunakan sebagai tempat sujud dan berkumpulnya warga dalam mempererat ukhuwah. Saat senja tiba dan lantunan adzan menggema dari musholla yang kini tampak lebih bersih dan layak, masyarakat merasakan bahwa TMMD bukan hanya membangun fisik desa, tetapi juga membangun hati dan kehidupan sosial masyarakat.
Di tengah padatnya pekerjaan fisik, Satgas TMMD Ke-128 tetap menghadirkan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Nikah massal digelar untuk membantu pasangan yang selama ini terkendala biaya administrasi, sehingga mereka akhirnya dapat mengikat janji suci secara resmi dan penuh kebahagiaan. Tangis haru keluarga pecah ketika buku nikah diserahkan, menjadi simbol hadirnya negara dan TNI di tengah rakyat kecil yang membutuhkan perhatian.
Kebahagiaan serupa juga tampak dalam kegiatan khitan massal yang diikuti anak-anak desa dengan penuh semangat dan keberanian. Tangis kecil yang pecah sesekali berubah menjadi tawa ketika para prajurit TNI dengan sabar menghibur dan menenangkan mereka. Di balik seragam loreng yang tegas, tersimpan sisi humanis yang begitu dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, pelayanan pengobatan gratis menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan. Lansia, ibu rumah tangga, hingga anak-anak datang memeriksakan kesehatan mereka dengan penuh antusias. Kehadiran tenaga medis bersama Satgas TMMD menjadi bukti bahwa pengabdian TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga merawat kehidupan rakyat hingga ke pelosok desa.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan sosial, TMMD Ke-128 juga memberikan penyuluhan pertanian kepada masyarakat. Para petani diajak memahami teknik bercocok tanam yang lebih efektif dan modern agar hasil panen meningkat. Di tengah hamparan sawah Desa Prunggahan Kulon, prajurit TNI dan warga duduk bersama membicarakan masa depan pertanian desa, membangun optimisme bahwa desa mampu tumbuh mandiri dengan kekuatan sendiri.
Kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih pun menjadi perhatian serius. Melalui program pengeboran sumur di lima titik, warga yang selama ini mengalami kesulitan air bersih kini mulai merasakan manfaat nyata TMMD. Saat air pertama kali menyembur dari pipa-pipa sumur bor, tepuk tangan dan rasa syukur warga pecah seketika. Air itu bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga simbol hadirnya harapan baru di tengah masyarakat.
Komandan Kodim 0811/Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata pengabdian TNI bersama rakyat dalam membangun desa dan memperkuat persatuan bangsa. Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi tentang membangun kebersamaan, gotong royong, serta menyalakan kembali semangat masyarakat untuk maju bersama.
Kini, di setiap sudut Desa Prunggahan Kulon, jejak pengabdian itu terasa begitu hidup. Jalan yang terbuka, rumah yang berdiri kokoh, musholla yang kembali ramai, hingga senyum warga yang perlahan tumbuh menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program tahunan. Ia adalah cerita tentang kepedulian, perjuangan, dan cinta kepada negeri yang dimulai dari desa. Sebab dari desa yang kuat, Indonesia akan tumbuh semakin hebat. (Farozich)
