TUBAN - Di tengah suasana senja yang mulai temaram, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar merdu dari Musholla TPQ Al-Mujtahidin, Dusun Boto, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Bukan hanya suara anak-anak yang mengaji, tetapi juga sosok anggota TNI yang dengan penuh kesabaran membimbing mereka satu per satu. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat kali ini bukan bukan hanya pembangunan, melainkan menebar ilmu dan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini kepada generasi penerus bangsa. Rabu, (06/05/2026)
Dengan penuh ketelatenan, anggota TNI tersebut mengajarkan huruf hijaiyah, tajwid, hingga memperbaiki bacaan anak-anak. Senyum polos dan semangat belajar terpancar dari wajah mereka, termasuk Maulana Al Fariz, salah satu santri kecil yang begitu antusias mengikuti setiap arahan. Baginya, belajar mengaji bersama “Pak Tentara” menjadi pengalaman yang tak terlupakan, menghadirkan rasa bangga sekaligus kedekatan yang hangat.
Danramil 0811/03 Semanding, Kapten Inf Sunaryo, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda. “Kami ingin anak-anak ini tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlaknya. Mengaji adalah pondasi penting bagi mereka, ” ujarnya dengan penuh harap.
Kehangatan yang terjalin di Musholla TPQ Al-Mujtahidin menjadi bukti bahwa kedekatan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan. Di balik seragam loreng yang tegas, tersimpan kepedulian yang begitu tulus. Dari desa kecil di Tuban ini, harapan besar tumbuh—bahwa masa depan bangsa akan lahir dari generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia. (Farozich)
